Tuesday, January 25, 2011

E


Tiba-tiba, aku jadi ingin diam. Aku jadi tidak ingin bertemu dengan kamu dulu. Aku ingin menyepi di dalam kuil untuk bersenandung lagunya para Dewa dan Dewi. Aku butuh maya.

Aku punya sebuah labirin dalam bungkusan tengkorak. Karena itu kita pasti harus berpikir jika sudah terjebak di dalam pagar labirin karena berpikir harus dengan otak dan otak itu adalah labirin. Labirin kembali ke labirin. Di dalam labirin aku punya massa. Bukan massa labirinku. Tapi, massa dari yang maya. Bagaimana menghitung yang maya itu? Menyentuhnya saja begitu nihil.

Sedangkan di dalam tubuh ini mengalir darah yang mengandung pengetahuan. Jangan sampai tercecer darahmu karena akan gampangnya pengetahuanmu menguap. Maka, jagalah kesehatanmu.
Sementara waktu (ah, itu lagi!) dia punya catatan sendiri. Dia tahu kalau dirinya selalu dihujat. Tapi, apa boleh buat, kata waktu.
: Kecepatan selalu membutuhkan waktu. Jarak pun akan bersanding dengan waktu.
Aku bukan tidak mau mempelajari kitab agama baruku. Aku hanya masih penasaran dengan teori laki-laki yang gambarnya ada di dinding kamarku. Jadi, aku ingin mempelajarinya sejenak.

 E = mc2   --->  energi dari reaksi nuklir maya 


Nuklir itu sedang dirakit di labirin sebelah kanan. Mungkin akan meledak di antara jantung dan hati.

No comments:

Post a Comment

Blog Archive