Monday, January 24, 2011

D


Pernah menjadi taruhan di saat aku menjadi pujaan.
Oh, kali ini tidak akan lagi. Aku sudah tidak punya nafsu kembali menjadi pujaan, apalagi yang dipertaruhkan.
Aku bukan dadu untuk diadu-adu.
Aku hanya perempuan lugu yang masih belajar baca dan tulis untuk mencintaimu.

Ya, aku lupa kali ini dadu siapa yang aku genggam. Sepertinya setelah terbangun dari mimpi nanti, dadu itu akan memberi petunjuk akan berhenti di angka berapakah dia setelah diguncang-guncangkan dalam genggamanku.
: angka empat
Bagaimana bisa?
Karena empat menjadi angka penerimaan kamu atas cintaku, katamu.
Tanggal empat belas, bulan empat, tahun dua ribu sembilan. Pukul nol nol lewat empat belas menit.

Satu per empat sampai empat per empat, cinta itu bertumbuh.
Bahkan nomor rumahku ada angka empatnya juga, katamu lagi.
Dan, hey..hari ini tanggal dua empat! Ada angka empatnya juga, bukan? Katamu dengan penuh euforia.

: baru tahu ternyata D ada di urutan ke empat!

No comments:

Post a Comment

Blog Archive